Facebook RSS Feed
Dunia itu dilaknat, dan dilaknat apa yang ada padanya. kecuali dzikir kepada Allah, orang-orang yang berbuat baik, atau orang 'alim(berilmu) dan orang-orang yang menuntut ilmu. (Al-Hadits)
~Islamic Media~
Bersama Dakwah
The Deen Show
Republika
Info Palestina

Sobat berkunjung. insya allah sayapun berkunjung

Minggu, 29 April 2012

Karena kesederhanaanmu

Karena pertemuaan, maka kita putuskan untuk bersahabat. Tak sekedar saudara, yang ikatannya telah ada semenjak kita menjadi muslim. Sahabat jauh lebih dekat, jauh lebih akrab.
Untuk saudaraku yang kesederhanaamu memukau hatiku. terima kasih telah menjaga. terima kasih telah mengerti. terima kasih telah memberi arti.
Karena kesederhanaanmu, aku tak harus memantaskan diri menjadi seperti yang lain atau menjadi lebih tinggi dari kapasitas diri. untuk pertama kalinya, aku bisa jadi diri sendiri

Bumi andalas, jelang magrib/28 April 2012

Read more...

Ini tentang syahadat

ini tentang syahadat. yang jadi pintu kehidupan dan saksi alamiah atas keesaaan.
Ini tentang syahadat. Yang berlari ke pembuluh darah. melingkupi qalbu, dalam tiap tahiyat
ini tentang syahadat. Saat mengelar hidangan ilmu, maka ialah pembuka

ini tentang syahadat.
Syahadatmu, shahadatku. syahadat kita di depan Sang Maha

Yulmaini
bumi andalas, 30 April 2012

Read more...

Senin, 23 April 2012

Piece of Diamond_ Bersyukur

     Kapan terakhir kita masih bersyukur, saat kecewa dengan harapan yang tak kunjung berbuah atau berbuah lain. Keniscayaan manusia, mendapatkan sesuatu namun masih memikirkan mendapatkan yang lain. Keniscayaan manusia, tak pernah berhenti puas di satu pemberian-Nya.
     Handphone, laptop, i pad, atau apalah. harta, pangkat dan kesuksesan, jadilah ia obsesi utama hidup. Membiarkan keinginan itu jadi pelanggeng langkah? terlebih mendapat yang baru tapi saat itu mulai berpikir mendapat yang lebih
     Kapan kita terakhir bersyukur ketika hidup tak kunjung beranjak baik.
     Kapan kita berhenti bersyukur?
     Biar semuanya bertemu muaranya sobat, sebab kesyukuranlah yagn membuat kita bahagia, bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur. Begitu seorang saudara pernah bertutur.
   
Buatku dan buat saudaraku.
Buat kita yang sering melupakan rasa syukur

Read more...

Selasa, 10 April 2012

Kelas Seni

     Tidak semua orang menyukai matematika. tak semua orang menyukai seni. tak semua orang meyukai fisika. tak semua orang meyukai sastra. Lalu kita di'paksa' untuk menyukai bidang itu dari mulai kita bisa mengeja angka dan aksara. si penyuka sains harus menyukai seni. begitu sebaliknya. dan begitulah sebaliknya. Namun sipenyuka sains tak apalah jika tak peduli seni, sedang si penyuka seni terlihat begitu bodoh jika tak menguasai sains. maka ada di antara orang yang makin lama menjadi tidak mengerti apa kecendrungannya, mengubur jati dirinya lebih awal. mencoba yang orang lain suka mereka menjadi apa. ada yang mengubah obsesi pribadi jadi obsesi yang dikehendaki orang-orang. Menjadi bandul. Tentu kita mengerti filosofi bandul yang bergerak dinamis. Sebagian berhasil, tapi ada juga yang tidak berhasil. Menjadilah mereka kelompok marjinal.
Kedengarannya extrime, right!
     Apa pendapatmu teman? andai ada kelas seni, kelas bahasa, kelas aljabar, kelas fisika, kelas biologi, dan seterusnya. dan kita bebas mencendrungkan diri ada salah satunya.
     Tentu para perancang sistem pendidikan di negara kita tak sekedar asalan dengan sistem selama ini. Namun yang terbentuk justru sebuah marginalisasi terhadap bidang keilmuan selain kecerdasan yang seolah disepakati adalah standard strata tinggi masyarakat.

bersambung.....

Read more...

Sabtu, 07 April 2012

Sebenarnya, aku tidak menyukai Lemonia


    Lemonia ukhuwah. Begitu judul sebuah tulisan di blog saudaraku. seakan tak mau kalah, kuburu kata-kata yang sebenarnya kemaren-kemaren tak ingin dituliskan. Biar aku jadi penikmat tulisan kembaranku saja. Pikirku begitu waktu itu.

    Lemonia ukhuwah part 1 dan part 2 telah ditulis kembaranku dengan sempurna. Tapi satu hal yang tak kumengerti, aku jadi tertarik menata jiwa-jiwa sederhana saudara-saudaraku itu dalam kata-kata "juga". Juga? ya. Sederhana? bukan itu maksudnya, tapi karena ketulusan yang alamiah itu yang kusebut sederhana.
   Menyapa mereka, entah dalam do'a dan tulisan, lebih kugandrungi daripada menciptakan obrolan sepanjang pertemuan. selalu begitu. dari dulu. Aku lebih suka mencerikan kebahagianku memiliki mereka diam-diam.Pun begitu, semoga mereka memahami.
    Dulu, (hm, mengenang-ngenang kadang menyenangkan. apa mereka juga berpikir sama?). Dulu memang tak terkatakan seperti apa jika kita tak searah berjalan. Tapi yang kuyakini, hadirnya mereka itu yang menguatkan. Masih ingat, beberapa orang di antara kita suka menangis karena permasalahan sekolah, teman-teman, dan pelajaran. Selalu ada yang setia menunggu di pojok mesjid untuk menjalin cerita. Selalu ada yang ceria dan tak berhenti bercanda. Selalu ada. Kekhasan sifat yang melahirkan keberagaman.
    Teman, masih ingat kita memasak bareng di Taura sewaktu jadi panitia pelantikan Rohis? kata guru yang datang, masakan kita luar biasa. Mereka tidak tau betapa kerepotannya kita di dapur waktu itu. Masih ingat juga waktu kita latihan nasyid? di dua mesjid kata seseorang. Ada yang mau menjelaskan, apa maksud di dua mesjid?
    Sejarah memang pantas di kenang-kenang, sebab mungkin dengannya kita bisa mengerti hakikat sesuatu. hakikat hujan yang melahirkan pelangi, hakikat kebersamaan yang melahirkan kekuatan, hakikat kekurangan yang melahirkan kemandirian. hakikat kegagalan yang melahirkan pengalaman. Itu hakikat, dan kita semua sedang mencari hakikat itu.
    Waktu kita melihat lemonia dari 3 sumber yang berbeda. //sejarahnya sudah diceritakan di Lemonia ukhuwah part 1.// sebenarnya aku sedang berpikir tentang sesuatu.
     Sebenarnya ada satu yang ingin aku akui, aku tidak pernah menyukai Lemonia, meski waktu itu mencobanya beberapa keping. Tapi yang pasti aku mencintai ukhuwah kita. Mungkin kelak aku bisa benar-benar menyukai lemonia. 
Terima kasih saudariku atas kepingan lemonianya..... //ternyata gurih dan kres//

Bumi Andalas, 7 april 2012

Read more...

Minggu, 01 April 2012

Totto-Chan; Gadis Cilik di Jendela.

 Inspiring book
    Masih ingat seorang gadis cilik? Di jendela kelasnya menghentikan pada pemusik jalanan yang lewat. Suka menggumamkan kata yang itu-itu saja. Menutup loker mejanya berkali-kali hanya untuk mengambil dan memasukkan benda yang sama. Menuju sekolah barunya dengan riang, padahal baru saja dia dipindahkan dari sekolahnya yang lama karena ulahnya yang sangat tak biasa.
   Kelak dia baru mengetahui kesukaannya yang aneh membuat para guru geram. Tapi ia mungkin berterima kasih pada sekolahnya dulu, sebab dengan sekolah barunya dia mendapat pengalaman-pengalaman yang menakjubkan. Kepala sekolahnya yang tak lagi protes dengan tingkah lakunya yang sangat antusias, teman-temannya yang unik, dan tentu saja sekolahnya yang sangat luar biasa, gerbong kereta api ayng difungsikan sebagai kelas. amazing........!!!!
   Totto chan memang si anak ajaib. Dia unik. Setidaknya untuk ukuran anak-anak seusianya.
    Kepala sekolah mereka, mr. Kobayashi tahu benar cara memperlakukan murid-muridnya. Cara belajar di alam, dan materi pelajaran sesuai dengan yang disuka murid. Ini sangat menakjupkan bagi totto-chan.
     Tentu saja totto-chan dan teman-temannya yang lain sangat betah dan melalui pengalaman-pengalaman hebatnya dengan bersemangat. Ada sesuatu yang berbeda antara sekoleh Tomoe dengan sekolah lain, dan mereka selalu bangga dengan sekolah mereka. Kelak mereka menyadari bahwa Kepala sekolah mereka telah membawa pengaruh yang luar biasa dalam hidup mereka. Totto-Chan, Tetsuko kuroyanagi menceritakan pengalaman dirinya dalam buku ini. this's the real story...

"untuk orang tua dan guru atau calon pendidik atau calon orang tua"

Bumi Andalas, 7 april 2012

Read more...

Piece Of Diamond_kesabaran

kelak engkau akan berterima kasih pada kesabaran
sebab dengan kesabaran, Allah akan mencintaimu

Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Yulmaini Al Manthani © 2008. Template by Dicas Blogger.

TOPO